Monday, June 18, 2012

Surat Undanganmu Menggelitik Hatiku

Pagi tadi begitu duduk di meja kerja, ada undangan pernikahan dari salah satu direksi kami. Seperti biasa, teman-teman kantor mengartikan kalau undangan pesta nikah sama dengan makan-makan. Teman-teman saya menyambut dengan gembira dan berniat untuk datang ke pesta pernikahan tersebut.
Saya pun ikut berbahagia dengan hajatan direksi kami, ikut mendoakan yang terbaik untuk kedua mempelai.

Tapi yang jadi pusat perhatian saya dalam undangan tersebut, dan selalu dengan antusias yang sama bila saya mendapat kartu undangan dari siapapun, saya selalu tertarik dengan gambar kecil yang tercetak di belakang undangan. Dan ini menjadi semacam kode secara tersirat bahwa para undangan yang hadir dimohon tidak membawa selain gambar yang tidak di coret.
Pertama, gambar buket bunga dicoret = undangan tidak diperkenankan membawa buket bunga sebagai hadiah.
Kedua, gambar kado dicoret = undangan tidak diperkenankan membawa kado sebagai hadiah.
Ketiga, gambar amplop dicoret = ini berarti undangan dimohon membawa uang sebagai hadiah bagi mempelai.

Hmmmm....kenapa bisa seperti itu yaa???? seragam di hampir semua cetakan undangan pernikahan. Saya merindukan sesuatu yang beda :)

Saya pernah baca artikel di majalah Ummi, saya lupa edisi tahun berapa dan judulnya apa, disitu penulis menceritakan pengalamannya saat menyelenggarakan syukuran pernikahannya. Dalam syukuran tersebut si mempelai melarang para undangan yang hadir memberikan angpao atau hadiah apapun kepada mempelai, karena bagi si mempelai syukuran yang dia selenggarakan murni untuk berbagi bahagia, bukan untuk mencari hadiah dari undangan yang hadir. Subhanallah, mulia sekali mereka :). 

Ingat kisah tersebut, saya malu dan iri, karena waktu saya menikah dulu belum bisa berbuat seperti itu. Walaupun saya tidak khusus membuat undangan, dan tidak ada kotak angpao di acara pernikahan saya, tapi saya masih mau menerima angpao dan hadiah dari kerabat dan teman-teman.

Semoga saja akan selalu ada orang-orang berhati mulia dan mengerti arti sebenarnya dari syukuran pernikahan yang intinya adalah sebagai sarana pemberitahuan kepada teman dan kerabat bahwa pasangan tersebut sudah sah sebagai suami istri. Penyelenggaraan pesta pernikahan bukan sarana untuk mencari untung, dan berucap "alhamdulillah pesta kemaren balik modal"...hhmmmm... :)

Saya hanya berandai-andai, seandainya makin banyak orang yang benar-benar menyelenggarakan pesta syukuran untuk bersyukur dan tidak mengharuskan undangan untuk membawa angpao, tentu bagi yang diundang akan merasa sangat senang dan mendoakan dengan tulus si mempelai. Dan bagi sebagian undangan yang masih pas-pasan keuangannya tidak akan bingung setiap mendapat undangan pernikahan :)
Kalaupun kerabat dan teman ingin memberi hadiah kepada pengantin, bebaskan saja seihklas dan semampu mereka bisa memberi, tak perlulah diingatkan untuk tidak membawa bunga atau kado sebagai hadiah. Pendapat ini menurut saya pribadi  lohh yaaa, bagi yang tidak sependapat yaa monggooo :)

Semua saya kembalikan kepada pribadi masing-masing, tulisan saya disini hanya sekedar ungkapan hati saya saja, tidak bermaksud menyinggung atau menggurui siapapun :)


2 comments:

  1. Malah hrsnya ga usah dikasih gambar kyk gt diundangannya mba, yah mau kasih syukur engga yah gpp jg kan, wong syukuran itu kan niatnya memang sedekah & berbagi kebahagiaan kan mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mba :)
      memang sih kado yg kita beri untuk pengantin akan bermanfaat apa lagi kalau si penganting benar2 sangat membutuhkan, tp bagi pengantin yg secara materi sudah mampu, akan lebih baik bila pesta pernikahannya benar2 untuk tanda syukur, hanya saja ada saja orang yg salah mengartikan dan menjadikan syukuran pernikahan sarana untuk mendapat untung sebanyak2nya, rugi banget kalo ga balik modal katanya..hehehehe :)

      Delete