Tuesday, July 8, 2014

Kenangan Lomba Rancang Busana Muslimah Majalah Noor 2005

Ketemu juga sktech saya tahun 2005 :)

Sketch ini saya buat untuk kesempatan lomba rancang busana muslimah yang diadakan oleh majalah Noor.
Cerita lengkapnya ada di blog saya di sini :)


Friday, June 20, 2014

Indahnya Berbagi

Alhamdulillah sudah hampir 6 bulan saya menetap di desa, menjauh dari hiruk pikuknya kota Jakarta dan alhamdulillah makin betah :)

Semenjak memutuskan resign kerja kantoran dan langsung pindah ke desa, saya memang sudah merencanakan akan membuka usaha jasa jahit di rumah. Walopun masih sangat sederhana dan kecil-kecilan tapi hati ini lebih puas dan bangga, karena sekecil apapun usaha yang saya miliki itu adalah milik saya sendiri. Saya memang belum berhasil secara materi tapi saya sudah berhasil meninggalkan zona nyaman sebagai karyawan :)

Selain kepuasan memiliki usaha sendiri, saya juga senang bisa berbagi ilmu menjahit yang saya miliki kepada tetangga sekitar. Yuup..saya menawari belajar menjahit kepada tetangga sekitar khususnya kepada para ibu yang minat belajar menjahit. Dan alhamdulillah responnya bagus menurut saya. Sekarang ini ada 5 orang ibu yang ikut belajar menjahit di workshop saya yang sederhana. Rencana saya bila mereka sudah pintar menjahit akan saya ajak kerja sama untuk mengerjakan order jahitan milik saya.

Bismillah....semoga cita-cita saya di sini menjadi kenyataan...aamiin


Friday, October 25, 2013

Sketching

Here some of my own design
Hope you like it

You can find other design at my page Rumah Jahit Aisha Zahran

Happy sewing ;)






Tuesday, October 1, 2013

Kasih Nenek Sepanjang Masa

Tiba-tiba saya teringat manusia paling berjasa selama hidup saya. Wanita yang dengan tulus dan tanpa pamrih dengan segala kesederhanaan yang dia miliki merawat dan mendidik saya hingga saya mandiri.

Dialah nenekku tersayang, sosok ibu pengganti bagi saya.
Wanita mulia, pejuang bagi kami cucu-cucunya. Wanita yang tak kenal lelah rela membanting tulang demi kelangsungan hidup cucu-cucunya.
Wanita mulia dengan pandangan hidup sederhana, berjuang mencari nafkah supaya kami cucu-cucunya bisa bersekolah.

Wanita pejuang yang mengajarkan kepada saya untuk menjadi perempuan yang mandiri. Dengan bahasanya yang apa adanya beliau menasehati saya agar tidak menjadi perempuan yang hanya bisa pasrah dan meminta nafkah dari laki-laki. Menurut beliau perempuan itu harus bisa menghasilkan uang sendiri, dan tentu saja setelah saya dewasa dan paham, saya mengerti maksud nasehat nenek bahwa saya harus bisa menjadi perempuan yang mandiri tapi tetap menaruh hormat terhadap suami sebagai pemimpin keluarga.

Walopun tidak pernah bersekolah, beliau paham bahwa sekolah adalah salah satu cara untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik. Karena itulah beliau selalu menyemangati saya untuk tidak malas belajar dan mau melanjutkan sekolah hingga bangku kuliah.

Rasa sayang nenek kepada kami sungguh tak pernah bisa saya lupa. Semenjak bisa membaca, saya sangat gemar membaca. Bacaan apa saja selalu menarik bagi saya saat kecil dulu, bahkan sampai sobekan koran bekaspun saya ambil dan dengan antusias saya baca. Dan ketika nenek tahu saya sangat suka membaca, beliau rajin membelikan saya bahan bacaan. Dan yang nenek tahu dan mudah untuk diperoleh hanyalah koran, maka nenek rajin membelikan saya koran, dan koran yang dia belikan untuk saya adalah koran Pos Kota. Setelah besar baru saya sadar, sebenarnya koran tersebut belumlah pantas untuk jadi konsumsi bacaan anak umur 6 tahun.
Mungkin kalau dahulu nenek adalah ibu-ibu yang terpelajar, pasti beliau sudah membelikan saya bacaan-bacaan bermutu, semisal karangan Roald Dahl, Jacqueline Wilson dan Enid Blyton...hehehehe

Nenekku sayang, sungguh jasamu tak bisa saya lupakan sampai kapanpun.
Kini nenek sudah bahagia di surga. Hanya doa yang bisa saya panjatkan untuk membalas semua jasa beliau. Dan saya ingin mengenang beliau melalui media ini.